Mural Berakar dari Cerita Rakyat, TBJ Motivasi Generasi Muda Hasilkan Karya Edukasi dan Pelestarian
BICARA SENI - Taman Budaya Jambi gelar Workshop Seni Rupa yang berfokus pada alih wahana cerita rakyat Jambi menjadi karya visual dalam bentuk mural dan komik, pada 30 Juni-1 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Teater Arena tersebut diikuti oleh 45 peserta dari berbagai kalangan. Workshop dipandu Hendry Nursal, menghadirkan tiga narasumber, yaitu: Maestri seni rupa Jambi, Jafar Rassuh, lalu talenta muda berbakat di Jambi untuk bidang seni rupa, Rifqi Kurniawan dan Berryman Girsang.
Hari pertama (Selasa, 30/01/2026) Workshop lebih pada materi pengetahuan terhadap peserta dari sisi cerita rakyat Jambi, mural dan perkembangannya di masa kini, diskusi serta pembentukan kelompok untuk dilanjutkan pada hari kedua (Ragu, 01/07/2026).
Pelaksanaan Workshop Seni Rupa yang berfokus pada alih wahana cerita rakyat Jambi menjadi karya visual dalam bentuk mural dan komik. Dokumen ini menjadi acuan bagi seluruh unsur pelaksana agar kegiatan berjalan secara terencana, sistematis, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara administratif maupun substantif.
Workshop ini diarahkan sebagai ruang kreatif bagi seniman, pelajar, mahasiswa,guru, komunitas seni, dan masyarakat untuk memahami, menginterpretasikan,serta mentransformasikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Jambi ke dalam medium visual yang komunikatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Cerita rakyat sebagai bagian dari warisan budaya tak benda mengandung nilai sejarah, moral, identitas, dan kearifan lokal yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Melalui pendekatan kreatif berbasis seni rupa, peserta diajak mengeksplorasi teknik visualisasi naratif, desain karakter, ilustrasi lingkungan, komposisi visual, serta teknik mural dan komik sebagai media penyampaian pesan budaya yang efektif.
Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, workshop ini diharapkan mampu menghasilkan karya-karya visual yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi, pelestarian, dan promosi budaya daerah.
Diharapkan kegiatan ini mampu menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus mendorong inovasi, berkembang, dan relevan di tengah dinamika seni rupa masa kini.
Sumber pendanaan kegiatan berasal dari DAK Nonfisik BOP Museum dan Taman Budaya Tahun 2026 dan dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip akuntabilitas. (*/)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom


