Jali 'Kipa Ku Gagalai' di Jambi Cultural Fest 2026
BICARA PANGUNG - Kipa Ku Gagalai merupakan karya tari yang berangkat dari kehidupan masyarakat Mentawai. Dalam bahasa Mentawai, Kipa Ku Gagalai merupakan ungkapan yang menggambarkan keadaan ketika seseorang berada di tengah ketidakpastian.
Berpijak pada filosofi Arat Sabulungan yang memandang alam sebagai subjek kehidupan, karya ini menghadirkan tubuh sebagai ruang yang menyimpan jejak ritus, sejarah, trauma, dan harapan.
Tubuh dalam karya ini bukan simbol kemurnian adat maupun representasi modernitas, melainkan tubuh yang terus bernegosiasi dengan agama, negara, ekonomi, dan budaya.
Melalui pengalaman personal sebagai pewaris adat Mentawai, karya ini menggunakan pemaknaan grey area sebagai refleksi bahwa kehidupan tidak selalu hadir dalam pilihan hitam atau putih, tetapi berlangsung di dalam ruang abu-abu yang terus membentuk identitas manusia.
Tim Produksi Karya Kipa Ku Gagalai
Koreografer : Jali S,Sn
Komposer : Rofri Hendri S.Sn.,M.Sn
Pemusik : Muhammad Hadi Habib S.Sn.,M.Sn
Administrasi Produksi : Dewi Safitri, Hafizatul Rahmi
Penari : Maresha Ananda Marza, Devina Fidela, Irtiza Nurmaulida Irvan
Penata kostum : Junaisya Syifatul Qolbi, Suci Rahmadani
Kegiatan yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Jambi melalui UPTD Taman Budaya Jambi ini, untuk tahun 2026 meluaskan jangkauannya se-Indonesia yang akan diikuti 6 Koreografer. Sebelumnya JCF 2025 berasal dari 4 provinsi di pulau Sumatera, JCF 2024 asal Jambi 4 koreografer.
1. Tri putra Mahardhika, asal Jambi
2. Muhammad Fahrul, asal Kalimantan Barat
4. Shafira emeralda, asal Bangka belitung
5. I Putu Oka Surya Pratama, asal Bali
6. Ahmad Ghozali, asal Mentawai-Sumatera Barat
"Adapun tema JCF 2026, kami mengangkat tradisi masyarakat asli setempat "bukan sebagai kenangan, melainkan jawaban" di tegah Krisis sosial yang merenggut gotong royong, tradisi mengajarkan Kembali kebersamaan. Dalam tekanan ekonomi yang meminggirkan yang kecil, kearifan lokal menawarkan ekonomi yang adil dan berakar," Terang Ichalago, Direktur Festival.
"Saat lingkungan terancam oleh eksploitasi, masyarakat asli justru menjaga bumi dengan hormat. Tema ini mengajak kita pulang, bahwa menyelamatkan tradisi sama dengan menyelamatkan manusia, mata pencaharian dan alam. Bukan nostalgia, tetapi Gerakan hidup untuk masa depan yang lebih manusiawi," Tambahnya lagi. (*/)
Yayasan Arus Budaya Penyelenggara Jambi Cultural Festival 2026
Inilah 6 Koreografer Jambi Cultural Festival 2026
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
.jpeg)
