Merenggangnya Hubungan Manusia dan Alam 'AMBANG KERONTANG' Oleh Tri Putra mahardika
BICARA PANGGUNG - Tri putra Mahardhika sajikan karya 'AMBANG KERONTANG' di Jambi Cultural Fest 2026 (Minggu, 19/07/2026)
Karya 'Ambang Kerontang' berangkat dari pandangan ekologis Suku Batin Sembilan yang menempatkan hutan dan sungai sebagai bagian integral dari kehidupan. Berangkat dari fenomena krisis air dan kekeringan, karya ini memaknai kekeringan tidak hanya sebagai kondisi ekologis akibat terganggunya keseimbangan lingkungan, tetapi juga sebagai metafora atas merenggangnya relasi manusia dengan alam.
Melalui eksplorasi tubuh, karya ini merepresentasikan perubahan dari kondisi yang harmonis menuju keadaan yang tertekan, terhambat, dan kehilangan keseimbangan. Tubuh diposisikan sebagai ruang yang merekam pengalaman ekologis, sekaligus menjadi medium refleksi terhadap dampak krisis lingkungan. Karya ini menawarkan penjemputan dan perenungan kembali mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air serta membangun kembali hubungan yang selaras antara manusia dan alam.
Koreografer: Tri Putra Mahardhika H, Penari: M. Rahul, Puji Rahayu Setianingsih, Wise Azizah. Teman Bunyi : Reno Izhar dan Kekok.
Tri putra Mahardhika, menjadi peserta tuan rumah di JCF 2026, akrab disapa Dhika Kekoq, pemuda asli kota Jambi yang saat ini tengah gencar menjalankan proses kreatif, baik individu maupun kolektif. Baru saja menyelesaikan Pendidikan pascasarjana di ISBI Bandung.
JCF 2026 Akan ada sajian Utama 6 koreografer dari berbagai provinsi di Indonesia, Keenam koreografer yang terpilih adalah:
1. Tri putra Mahardhika, asal Jambi
2. Muhammad Fahrul, asal Kalimantan Barat
4. Shafira emeralda, asal Bangka belitung
5. I Putu Oka Surya Pratama, asal Bali
6. Ahmad Ghozali, asal Mentawai-Sumatera Barat
"Adapun tema JCF 2026, kami mengangkat tradisi masyarakat asli setempat "bukan sebagai kenangan, melainkan jawaban" di tegah Krisis sosial yang merenggut gotong royong, tradisi mengajarkan Kembali kebersamaan. Dalam tekanan ekonomi yang meminggirkan yang kecil, kearifan lokal menawarkan ekonomi yang adil dan berakar," Terang Ichalago, Direktur Festival.
"Saat lingkungan terancam oleh eksploitasi, masyarakat asli justru menjaga bumi dengan hormat. Tema ini mengajak kita pulang, bahwa menyelamatkan tradisi sama dengan menyelamatkan manusia, mata pencaharian dan alam. Bukan nostalgia, tetapi Gerakan hidup untuk masa depan yang lebih manusiawi," Tambahnya lagi. (*/)
Yayasan Arus Budaya Penyelenggara Jambi Cultural Festival 2026
Inilah 6 Koreografer Jambi Cultural Festival 2026
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom

.jpeg)
