Sampai Jumpa 2027, JCF 2026 Ditutup 'Mpaling Kati' karya Fahrul asal Kalimantan Barat
BICARA PANGGUNG - Sampailah di penghujung Jambi Cultural Fest (JCF) 2026 yang diselenggarkan oleh Yayasan Arus Budaya, pada 16 s.d 19 Juli 2026 di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi.
Karya penutup di JCF 2026 'Mpaling Kati' karya Fahrul asal Kalimantan Barat. Mpaling Kati' yang bermakna kembali kesini, merupakan transformasi ritual Nyobeng pada masyarakat Dayak Bidayuh Sebujit dari yang semula adalah ritual kemenangan menjadi perayaan perjumpaan. Berangkat dari pergeseran tersebut,
karya ini tidak berupaya merepresentasikan ritual Nyobeng secara utuh, melainkan menjadikannya sebagai titik pijak untuk merefleksikan pengalaman manusia dalam mencari jalan pulang kepada dirinya sendiri.
Koreografer: Muhammad Fahrul, Asal: Kalimantan Barat
Fahrul adalah seniman yang juga seorang gutu, ia aktif membagikan setiap proses berkeseniannya di media sosial, baik secara individu maupun kolaborasi. Berasal dari Kalimantan Barat, ia terus menggali potensi seni Dayak sebagai jantung setiap karyanya.
JCF 2026, Fahrul akan menghadirkan energi dan warna baru dalam koregrafinya: sebuah tari yang tak hanya bergerak, tapi juga berbisik tentang akar yang tak pernah layu
Pada kesempatan ini Kepala Taman budaya Jambi, Sri Purnama Syam dan Yayasan Arus Budaya, IcaLago menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung, terlibat, apresiastor dan seluruh pihak.
JCF 2026 Akan ada sajian Utama 6 koreografer dari berbagai provinsi di Indonesia, Keenam koreografer yang terpilih adalah:
1. Tri putra Mahardhika, asal Jambi
2. Muhammad Fahrul, asal Kalimantan Barat
4. Shafira emeralda, asal Bangka belitung
5. I Putu Oka Surya Pratama, asal Bali
6. Ahmad Ghozali, asal Mentawai-Sumatera Barat
"Adapun tema JCF 2026, kami mengangkat tradisi masyarakat asli setempat "bukan sebagai kenangan, melainkan jawaban" di tegah Krisis sosial yang merenggut gotong royong, tradisi mengajarkan Kembali kebersamaan. Dalam tekanan ekonomi yang meminggirkan yang kecil, kearifan lokal menawarkan ekonomi yang adil dan berakar," Terang Ichalago, Direktur Festival.
"Saat lingkungan terancam oleh eksploitasi, masyarakat asli justru menjaga bumi dengan hormat. Tema ini mengajak kita pulang, bahwa menyelamatkan tradisi sama dengan menyelamatkan manusia, mata pencaharian dan alam. Bukan nostalgia, tetapi Gerakan hidup untuk masa depan yang lebih manusiawi," Tambahnya lagi. (*/)
Yayasan Arus Budaya Penyelenggara Jambi Cultural Festival 2026
Inilah 6 Koreografer Jambi Cultural Festival 2026
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
.jpeg)


.jpeg)
