Shafira Emeralda 'ME-LINTANG' di Jambi Cultural Fest 2026
BICARA PANGGUNG - Shafira Emeralda hadirkan karya 'ME-LINTANG' di Jambi Cultural Fest 2026 (Sabtu, 18/07/2026)
Me-Lintang bersumber dari sungai Lenggang Tebat Rasau yang merupakan ruang memori ekologis dan kultural yang masih bertahan hingga saat ini. Aliran air menghubungkan pengetahuan, nilai, serta cara hidup yg masih diwariskan hingga kini.
Karya ini merepresentasikan keteguhan, kesabaran maupun kekuatan perempuan menjadi harmoni antaraa manusia dan alam sebagaimana aliran sungai yang tetap tenang di tengah perubahan.
Tubuh perempuan sebagai metafora aliran air, lembut tapi tetap kuat dan kokoh. Perempuan akan terus mendayung melawan arus eksploitasi yang mengancam sungai.
Karya: Shafira Emeralda, Komposer: Reno Izhar, Penari: Tiara.
Asal: Bangka Belitung
Satu-satunya koreografer perempuan yang tampil di JCF 2026 adalah Shafira Emeralda, seorang seniman muda berbakat yang berasal dari kepulauan Bangka Belitung.
Di tengah dominasi koreografer laki-laki di berbagai falatform kehadiran Shafira menjadi angin segar sekaligus bukri bahwa suara perempuan dalam dunia tari kontemporer semakin mendapat tempat.
Saat ini, ia aktif berproses di kampung halamannya dengan mengusung berbagai isu hangat yang berkembang.
Kegiatan yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Jambi melalui UPTD Taman Budaya Jambi ini, untuk tahun 2026 meluaskan jangkauannya se-Indonesia yang akan diikuti 6 Koreografer. Sebelumnya JCF 2025 berasal dari 4 provinsi di pulau Sumatera, JCF 2024 asal Jambi 4 koreografer.
JCF 2026 Akan ada sajian Utama 6 koreografer dari berbagai provinsi di Indonesia, Keenam koreografer yang terpilih adalah:
1. Tri putra Mahardhika, asal Jambi
2. Muhammad Fahrul, asal Kalimantan Barat
4. Shafira emeralda, asal Bangka belitung
5. I Putu Oka Surya Pratama, asal Bali
6. Ahmad Ghozali, asal Mentawai-Sumatera Barat
"Adapun tema JCF 2026, kami mengangkat tradisi masyarakat asli setempat "bukan sebagai kenangan, melainkan jawaban" di tegah Krisis sosial yang merenggut gotong royong, tradisi mengajarkan Kembali kebersamaan. Dalam tekanan ekonomi yang meminggirkan yang kecil, kearifan lokal menawarkan ekonomi yang adil dan berakar," Terang Ichalago, Direktur Festival.
"Saat lingkungan terancam oleh eksploitasi, masyarakat asli justru menjaga bumi dengan hormat. Tema ini mengajak kita pulang, bahwa menyelamatkan tradisi sama dengan menyelamatkan manusia, mata pencaharian dan alam. Bukan nostalgia, tetapi Gerakan hidup untuk masa depan yang lebih manusiawi," Tambahnya lagi. (*/)
Yayasan Arus Budaya Penyelenggara Jambi Cultural Festival 2026
Inilah 6 Koreografer Jambi Cultural Festival 2026
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom

