Saturday, May 30, 2026

Semakin Dekat! Catat dan Saksikan JCF 2026 di TBJ


BICARA PANGGUNG
- Kini sudah semakin dekat, pergelaran Jambi Cultural Fest (JCF) 2026 diselenggarkan oleh Yayasan Arus Budaya, pada 16 s.d 19 Juli 2026 di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi.


Selain sajian Utama 6 koreografer, banyak juga lainnya seperti:


Gilang, Performer Music Installation

di lobi Taman Budaya Jambi, pada tanggal 16-17-18-19 Juli 2026


Sebiduk Sedayung, Koreografer Puji Lestari

dalam opening ceremony JCF 2026, tanggal 16 Juli 2026, Pukul: 20.00 Wib di Gedung Teater arena.


Azhar Mj, Maestro musik tradisional Jambi

dalam opening ceremony JCF 2026, tanggal 16 Juli 2026, Pukul: 20.00 Wib di Gedung Teater arena.


Aiyla-Alvena-Khayla di opening ceremony JCF 2026 pada tanggal 16 Juli 2026 di teater arena Taman budaya Jambi.


JCF Dance Crew di opening ceremony Jambi cultural fest 2026 tanggal 16 Juli 2026 di Teater arena Taman budaya Jambi


Selama pagelaran JCF 2026, pengunjung bisa menikmati karya foto dari Eko Wahyudi sebelum memasuki Gedung Teater Arena.



Kegiatan yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Jambi melalui UPTD Taman Budaya Jambi ini, untuk tahun 2026 meluaskan jangkauannya se-Indonesia yang akan diikuti 6 Koreografer. Sebelumnya JCF 2025 berasal dari 4 provinsi di pulau Sumatera, JCF 2024 asal Jambi 4 koreografer.


Keenam koreografer yang terpilih adalah:

1. Tri putra Mahardhika, asal Jambi

2. ⁠Muhammad Fahrul, asal Kalimantan Barat

3. Fachri matlawa, asal Papua

4. ⁠Shafira emeralda, asal Bangka belitung

5. ⁠I Putu Oka Surya Pratama, asal Bali

6. ⁠Ahmad Ghozali, asal Mentawai-Sumatera Barat


"Adapun tema JCF 2026, kami mengangkat tradisi masyarakat asli setempat "bukan sebagai kenangan, melainkan jawaban" di tegah Krisis sosial yang merenggut gotong royong, tradisi mengajarkan Kembali kebersamaan. Dalam tekanan ekonomi yang meminggirkan yang kecil, kearifan lokal menawarkan ekonomi yang adil dan berakar," Terang Ichalago, Direktur Festival.


"Saat lingkungan terancam oleh eksploitasi, masyarakat asli justru menjaga bumi dengan hormat. Tema ini mengajak kita pulang, bahwa menyelamatkan tradisi sama dengan menyelamatkan manusia, mata pencaharian dan alam. Bukan nostalgia, tetapi Gerakan hidup untuk masa depan yang lebih manusiawi," Tambahnya lagi. (*/)






Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com